Pages

Thursday, 8 December 2011

Asal Mula Kata ‘Pengemis’

Akhir-akhir ini di banyak kota, baik kota kecil, besar bahkan kota metropolitan pun tak lepas dari semakin suburnya peminta-minta alias pengemis. Mungkin karena kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka terpaksa berprofesi demikian atau memang sebagian dari mereka sudah diwariskan secara turun temurun. Ironis memang kalau Koes Plus bilang dalam lagunya Indonesia tanah air kita diibaratkan kolam susu (sangkin suburnya).

Tapi sayang oleh penguasa sendiri pun juga masih mewarisi sifat-sifat yang diturunkan dari sebagian nenek moyang dahulu yang punya hobby sebagai pengemis sehingga hutang negara kitapun semakin menggunung alhasil anak-cucu yang menanggungnya.

Betulkah sebagian orang-orang Indonesia ada yang mempunyai hobby sebagai pengemis..?? Ternyata teka-teki ini ada benarnya kalau dirunut dari sejarahnya dulu, ceritanya begini :

Pada saat itu penguasa Kerajaan Surakarta Hadiningrat di pimpin oleh seorang Raja bernama Paku Buwono X, dimana para penguasa pada masa itu memang sangat dermawan serta gemar membagi-bagikan sedekah untuk kaum papa yang tak berpunya terutama menjelang hari Jum’at khususnya pada hari Kamis sore.

Pada hari Kamis tersebut Raja Paku Buwono keluar dari Istananya untuk melihat-lihat keadaan rakyatnya, dari istana menuju Masjid Agung, perjalanan dari gerbang Istana menuju Masjid Agung tersebut ditempuh dengan berjalan kaki yang tentunya melewati alun-alun lor (alun-alun utara), sambil berjalan kaki tentunya diiringi para pengawal sang raja, rupanya di sepanjang jalan sudah dielu-elukan oleh rakyatnya sambil berjejer rapi di kanan-kiri jalan dan sembari menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan kepada sang pemimpinnya.

Pada saat itulah sang raja tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersedekah dan langsung diberikan kepada rakyatnya berupa uang tanpa ada satupun yang terlewatkan dengan kebiasaan berbagi-bagi berkah tersebut mungkin juga warisan para penguasa sebelumnya (sebelum Paku Buwono X), ternyata kebiasaan tersebut berlangsung setiap hari Kamis (dalam bahasa jawanya Kemis), maka lahirlah sebutan orang yang mengharapkan berkah dihari Kemis dan diistilahkan dengan sebutan NGEMIS (kata ganti untuk sebutan pengguna/pengharap berkah dihari Kemis) dan pelaku-pelakunyapun biasa disebut Pengemis (Pengharap berkah pada hari Kemis).

Namun kata pengemis rupanya telah masuk salah satu kosa kata bahasa Indonesia yang tentunya kata dasarnya bukan emis tapi Kemis (Kamis), ternyata sebutan peminta-minta kalah populer dengan istilah pengemis padahal kata pengemis kalau diurai dan diambil dari kata dasarnya yakni kemis atau emis mungkin tidak dikenal dalam kosa kata bahasa indonesia kecuali kalau ada tambahan awalan pe sehingga muncul istilah “Pengemis”. Lain halnya dengan kata peminta-minta kata dasarnya adalah minta yang artinya jelas bahkan bisa berdiri sendiri tanpa ada awalan pe.

Jadi kalau boleh disimpulkan asal muasal kata atau perkataan pengemis berasal dari Surakarta atau Solo.

Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Bagaimana seandainya saya menghirup O2 100%???


Kita menghirup udara yg terdiri atas 21% oksigen dan oksigen dibutuhkan untuk hidup. Jadi, mungkin kamu berpikir bahwa menghirup oksigen 100% akan lebih baik. Akan tetapi, hal tersebut sesungguhnya berbahaya. Oksigen murni itu pada umumnya tidak bagus, bahkan kadangkala beracun.

Pada kelinci percobaan yang diberikan 100% oksigen pada tekanan udara normal selama 48 jam, terjadi penumpukan cairan dalam paru-paru, dan sel-sel epitel yang melapisi alveolus. Selain itu pembuluh kapiler paru-paru menjadi rusak. Molekul oksigen menjadi sangat reaktif yg disebut dengan radikal bebas oksigen yg merusak protein  dan membran dalam sel-sel epitel kemungkinan besar menjadi penyebab kerusakan tersebut.

Jika manusia menghirup oksigen 100%, berikut adalah beberapa hal yang mungkin terjadi:
  • -          Cairan berkumpul di paru-paru
  • -          Gas mengalir ke alveoli dengan lambat yang berarti harus bernapas lebih banyak untuk  mendapatkan oksigen
  • -          Rasa sakit di dada selama menghirup udara dalam-dalam
  • -          Volume total udara yang dapat dipertukarkan dalam paru-paru menurun sampai 17%
  • -          Lendir menutup daerah tertentu dari alveoli yang mengempis. Keadaan ini disebut atelektasis. Oksigen yang terperangkap dalam alveoli yang tersumbat diserap ke darah.   

Source : Bagaimana seandainya...?

Saturday, 3 December 2011

Bagaimana seandainya saya memasukkan gula ke dalam tangki bensin???


Karena beberapa alasan, ada kabar angin yang mengatakan jika seandainya kita memasukkan gula ke dalam tangki bensin, maka mobil akan macet. Dianggap gula akan bereaksi dengan bensin dan berubah menjadi suatu senyawa yang agak lengket sehingga dapat menyumbat tangki bensin, pipa saluran mesin, dll.
            Kedengarannya menarik, terutama jika kamu mempunyai dendam dengan seseorang. Masalahnya kabar angin itu tidak benar. Ternyata gula tidak dapat larut dalam bensin. Pengaruhnya akan sama dengan bila kamu memasukkan pasir ke dalam bensin. Pasir atau gula akan menyumbat filter bensin sehingga akan menyebabkan mobil menjadi macet, tetapi itu belum pasti.
            Maka apa yang harus kamu lakukan seandainya ingin membuat mobil seseorang macet? Tuangkan AIR. Bensin mengambang diatas air. Apabila kamu menuangkan beberapa gelas air, pompa bensin akan mengisi pipa saluran bensin dengan air, bukan bensin. Akibatnya, mobil akan mengalami masalah besar.
            Cara lain adalah mengeluarkan seluruh bensin dari tangkinya. Atau jika kamu mendapati kap mobilnya terbuka, ambil akinya sehingga SELURUH SISTEM LISTRIKNYA mati termasuk busi, dan komputer pengontrol mesin untuk mobil-mobil modern. Atau sekalian bakar mobilnya.
            But one thing that should U remember, mencelakai orang lain dengan alasan apapun merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji kecuali dalam keadaan terdesak.......
 he he he.....;- D

Source : Bagaimana seandainya...?

NOT FINISHED YET

Nasreddin felt that he was already old. He thought that he would die soon. So, he asked for someone to  make a grave for him. He promised to pay the man a certain amount of money when the work was finished.
        During the work, Nasreddin protested many things about the grave. But, at last the man finished the grave making. He asked for the money which Nasreddin had promised him.
        Nasreddin said, “You can’t asked me for the money now.” “why? You said that you would pay me as soon as I finish the grave.” asked the man. “The grave is not complete yet,” said Nasreddin. “What else should I do to complete it. I’ve done everything,” said the man angrily.
”It’s not complete yet because the corpse is not there yet,” answered Nasreddin.


Source : Nasreddin, A Man With Thousands of Ideas

THE RING

One day Nasreddin’s close friend was a merchant. He often travelled away from his town. One day, he visited Nasreddin to say goodbay before he had a long trip. When he saw Nasreddin’s beautiful gold ring with a precious stone in it, he wanted to own it.
                “Nasreddin!” he said. “It is really hard to be appart from you. I’m always restless because you are my only close friend in this world. So, please give me your ring. Whenever I see your ring, when I’m away, I’ll always remember you and feel close to you.”
                The ring was the most valuable possession of Nareddin. He would not give it to anyone else.
                “I’m so touched to hear it, my friend. ”Nasreddin said, ”just like you, I can hardly be separated from you for a long time. So, please have a pity on me. Let the ring be on my finger. Whenever I see the ring during uyour trip, I’ll always remember my friend who have tried to have it but I didn’tt allow him. Then I’ll always feel close tio you, too, although you are away.

Source : Nasreddin, A Man With Thousands of Ideas